Diskusi Terpumpun Plan International Indonesia Bahas Keamanan Anak di Ranah Daring
Yayasan Plan International Indonesia bersama Pemkab Sukabumi mengadakan diskusi terpumpun untuk memaparkan hasil riset Child Lens mengenai perlindungan anak di dunia digital. Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, peneliti, serta narasumber ahli untuk merumuskan kebijakan yang ramah anak.
Pemerintah Kabupaten Sukabumi berkolaborasi dengan Yayasan Plan International Indonesia menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Suara Anak Tanpa Perantara”. Agenda yang berlangsung pada 3 November 2026 di Hotel Laska ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Sukabumi, Endah Aruni, serta Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, KB, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Sukabumi, Yadi Mulyadi.
Pelaksanaan FGD ini dimaksudkan untuk memaparkan temuan dari riset Child Lens yang dikerjakan oleh Plan International Indonesia berkolaborasi dengan ICT Watch Indonesia. Studi tersebut melahirkan berbagai usulan kebijakan bagi para pemangku kepentingan, dengan fokus utama pada penjagaan keselamatan anak-anak di ranah digital.
Dalam acara tersebut, Nirma Yossa selaku peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional menekankan krusialnya mengikutsertakan anak dalam berbagai dimensi kehidupan. Karenanya, penguatan perlindungan serta pemenuhan hak anak wajib terus digalakkan, termasuk upaya membentengi anak-anak di Indonesia dari pengaruh negatif kemajuan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence.
Acara diskusi ini menghadirkan sejumlah pembicara dari Plan Indonesia, yakni Risnawati Valentina, Fauzan Maulan, Bayu Aji, serta Resi Ajhari yang bertindak sebagai Asisten Teknik Riset. Pertemuan ini diharapkan mampu menyumbangkan gagasan konstruktif bagi pembentukan regulasi yang lebih tanggap terhadap isu perlindungan anak.
Sumber berita: Portal Resmi Kota Sukabumi — 04 November 2026.



