Festival Tunas Bahasa Ibu Digelar di Sukabumi untuk Bentuk Pelajar Berbudaya
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi resmi membuka Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) jenjang SD dan SMP pada 4 November 2026 guna melestarikan budaya lokal dan memperkuat karakter siswa.
Kegiatan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) untuk tingkat Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama secara resmi dimulai oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Sukabumi, Novian Restiadi, tanggal 4 November 2026. Bertempat di SDN Surya Kencana CBM, acara pembukaan tersebut turut dihadiri oleh sejumlah kepala sekolah tingkat SD dan SMP dari seluruh wilayah Kota Sukabumi.
Dalam laporan yang disampaikan oleh Irman Afrisa Nugraha selaku Ketua Panitia Pelaksana, ajang ini mengusung tema “Nanjeur Basana, Nanjung Budayana, Motekar Sirung Bangsana”. Perlombaan ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari dengan partisipasi sebanyak 196 peserta yang merupakan utusan dari tujuh kecamatan. Irman merinci bahwa kompetisi hari pertama dikhususkan bagi pelajar SD, sedangkan hari kedua diikuti oleh para siswa SMP.
Dalam sambutannya saat meresmikan acara, Novian memberikan penghargaan yang tinggi terhadap pelaksanaan FTBI. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi langkah strategis dalam menjaga kelestarian bahasa serta budaya daerah di tengah derasnya pengaruh globalisasi.
“Cara pikir kita harus global atau mendunia namun kita juga harus mengutamakan budaya lokal, utamakan Bahasa Indonesia, lestarikan Bahasa Sunda dan kuasai bahasa asing. FTBI merupakan sebuah ruang untuk aktualisasi dan juga apresiasi,” ungkap Novian.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa ajang ini berfungsi sebagai wadah unjuk potensi sekaligus penghargaan, yang bermaksud menumbuhkan rasa cinta terhadap bahasa ibu serta memperluas pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Harapan besarnya tentunya adalah bahasa Sunda lestari, kemudian ada nilai-nilai yang bisa ditanamkan kepada peserta didik. Ini berkaitan dengan harapan besar bahwa penerus bangsa selain cerdas juga harus berkarakter, beradab dan berbudaya,” pungkasnya.
Sumber berita: Portal Resmi Kota Sukabumi — 04 November 2026.



